Persiapan Rapat Koordinasi Wisuda 2020 se Kecamatan Pinoh Utara


MELAWI - Untuk mempersiapkan wisuda santri TPQ yang khatam Iqro' dan membaca  Alquran juz 30 pada tahun 2020 ini, Kepala KUA Kecamatan Pinoh Utara (H. Nur yanto, S. Hi) menggelar Rapat Koordinasi bersama Penyuluh Agama Islam, Ketua Masjid serta segenap guru TPQ dan MADIN Se-kecamatan Pinoh Utara di Aula Kantor Urusan Agama Kecamatan Pinoh Utara pagi tadi(21/7/2020)
Rapat tersebut dipimpin langsung  oleh Kepala KUA Kec. Pinoh Utara, H. Nuriyanto, dan didampingi oleh lima Penyuluh Agama Islam Non PNS yang bertugas di Kecamatan Pinoh Utara tersebut.

Rapat koordinasi ini membahas langkah dan program kerja persiapan penyelenggaraan wisuda santri TPQ tingkat Kecamatan beserta persyaratan teknis lainnya.
Kepala KUA Pinoh Utara H. Nuriyanto mengungkapkan bahwa tujuan penyelenggaraan kegiatan wisuda santri adalah untuk mengevaluasi kemampuan santri TPQ Se-kecamatan tentang bacaan Alquran maupun tajwidnya, do'a do'a harian serta Praktek sholat para calon wisudawan nanti. sehingga bisa meningkatkan motivasi bagi TPQ Kecamatan untuk lebih giat meluluskan santriwan santriwati TPQ.
“kami berharap santri TPQ termotivasi untuk belajar Alquran lebih giat lagi sehingga yang masih Iqra’ agar dapat meningkat lulus membaca Alquran dan hafal minimal surah surah pendek dalam Alquran. Imbuh H. Nuriyanto dalam sambutannya.
Untuk itu, pihaknya mengharapkan semua pengurus untuk bersama sama mensosialisasikan ke tiap-tiap TPQ di desa tentang pelaksanaan kegiatan ini sehingga nanti bisa menyeleksi lebih banyak santri TPQ yang mengikuti kegiatan tersebut sehingga wisuda santri lebih semarak dan meriah.
"Kami berharap Proses pelaksanaan bisa didukung  semua pihak, terutama pengurus sebagai panitia maupun guru TPQ dan orang tua santri, yang terus mendorong anaknya lebih giat belajar Alquran," ujarnya.

Menurutnya, khatam dan wisuda ini menjadi pendukung upaya mengatasi generasi muda dari buta baca tulis Alquran sehingga diharapkan setelah  khatam, santri terus belajar dan menghafal Alquran, serta memahami kandungannya supaya apa yang dipelajari sebelumnya terus teringat, dan menjadi modal untuk di akhirat nanti.
Orang tua santri juga diharapkan terus memotivasi dan mengontrol anaknya, terutama belajar Alquran dan kegiatan keagamaan lainnya, karena dengan tantangan zaman yang hebat saat ini menjadi pengaruh besar bagi generasi muda.
"Motivasi, dan kontrol mereka jika memakai handphone yang difasilitasi internet, agar bisa membendungnya dari perbuatan yang menyimpang dari ajaran agama Islam," ujarnya mengajak.
"Kita melaksanakan khatam, ayat Alqurannya yang dibaca santri nanti diacak. Walaupun tidak berirama tetapi mereka bisa membacanya dengan baik sesuai aturan pelaksanaan, jelas bacaan dan tajwidnya" ujarnya.
“Kegiatan ini mampu mempelopori, mendorong dan mengembangkan upaya-upaya pembinaan guna membentuk karakter anak-anak soleh dan solehah dan berakhlak mulia, ini bisa menjadi fondasi yang kuat untuk generasi muda kedepan, sehingga nantinya mereka tidak terjerumus kepada hal-hal yang tidak diinginkan karena pengaruh negatif lingkungan ,” ungkapnya.
Sementara itu, Abdurrahman memaparkan persiapan teknis yang perlu dilakukan untuk pelaksanaan wisuda tersebut serta hal yang perlu disosialisasikan pada kordinator setiap Desa.
Pihaknya berharap, setelah wisuda nantinya mereka harus terus dibina dan dipantau, supaya ilmu yang mereka peroleh dapat terus digali, sehingga 5 atau 10 tahun kedepan, akan menciptakan generasi yang handal Qur’an dan memberikan motivasi kepada santri TPQ lainnya untuk bisa membaca Alquran dengan fasih. (Daeng Abdurrahman)


Comments

Popular posts from this blog

Penyuluh Agama Islam Berikan Tausiah

Penyuluh PNS Harus Netral Untuk Hindari Perpecahan

Penyuluh Agama Islam Kemenag Melawi Ikuti Operasi Yustisi Satgas Covid 19